Thursday, November 8, 2012

Kepribadian Berbanding Lurus dengan Prospek?

Diposkan oleh Unknown di Thursday, November 08, 2012

Kepribadian merupakan ciri khas watak seseorang yang tidak sama dengan orang lain. Setiap orang menginginkan kepribadian yang lebih baik, namun terkadang keinginan tersebut tidak sejalan dengan praktiknya. Ingin baik, namun selalu melakukan kebiasaan-kebiasaan buruk, dan hal tersebut manusiawi.
Sebagai manusia, tentunya kita tidak terlepas dari berbagai aktivitas-aktivitas yang mewarnai setiap detik langkah hidup. Untuk memulai hal tersebut kita berfikir manfaat apa yang akan diperoleh jikalau melakukan aktivitas-aktivitas itu. Tidak mungkin juga kita melakukan sesuatu yang sama sekali tidak ada manfaatnya, hanya membuang-buang waktu. Begitu pula dalam hal kepribadian ini. Dalam melakukan segala aktivitas, yang sangat berperan penting adalah kepribadian diri kita sendiri, bagaimana kita bisa berhubungan dengan orang lain dalam berbagai lingkungan seperti lingkungan sekolah, kampus, rumah, dan lain-lain. Sejatinya, kepribadian ini merupakan tonggak ukur seseorang dalam menilai orang lain. Dengan demikian, tidak heran lagi mengapa di sebuah perusahaan atau organisasi yang melakukan recruitment calon pekerja atau calon anggota melakukan seleksi dengan mempertimbangkan kepribadian seseorang yang akan diterima tersebut. Hal itu dikarenakan mereka tidak ingin calon-calon pekerja atau anggota tersebut dapat merugikan perusahaan atau organisasi mereka nantinya. Sehingga tidak jarang dalam melakukan recruitment dilakukan tes interview atau wawancara guna mengetahui sejauh mana kepribadian seorang calon tersebut, contoh kecilnya dalam hal kejujuran. Jika ketika tes wawancara saja sudah tidak jujur, bagaimana nantinya setelah diterima, itu hanya akan merugikan suatu perusahaan atau organisasi.
Hal tersebut mempengaruhi prospek pekerjaan yang kita inginkan. Walaupun ilmu yang kita miliki sudah baik bahkan melebihi standar serta kemampuan kita terhadap suatu pekerjaan sudah di atas rata-rata, namun jika kepribadian kita tidak baik, maka hal tersebut menjadi kendala ketika kita ingin memasuki sebuah perusahaan atau organisasi.

            Kepribadian seseorang dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.      Kepribadian Sanguinis
Tipe ini paling baik dalam hal berurusan dengan orang lain secara antusias, menyatakan pemikiran dengan penuh gairah, dan memperlihatkan perhatian. Kelemahan tipe ini adalah berbicara terlalu banyak, mementingkan diri sendiri, sulit berkonsentrasi, kurang disiplin.
2.      Kepribadian Melankolis
Tipe ini paling baik dalam hal mengurus perincian dan pemikiran secara mendalam, memelihara catatan, bagan dan grafik, menganalisis masyarakat yang terlalu sulit bagi orang lain. Kelemahan tipe ini adalah mudah tertekan, menyukai kesunyian, mempunyai citra diri yang rendah, mengajukan tuntutan yang tidak realistis pada orang lain.
3.      Kepribadian Koleris
Tipe ini paling baik dalam hal pekerjaan yang memerlukan keputusan cepat, persoalan yang memerlukan tindakan dan pencapaian seketika, bidang-bidang yang menuntut kontrol dan wewenang yang kuat. Kelemahan tipe ini adalah tidak tahu bagaimana cara menangani orang lain, sulit mengakui kesalahan, sulit bersikap sabar, terlalu pekerja keras.
4.      Kepribadian Phlegmatis
Tipe ini paling baik dalam posisi penengahan dan persatuan, badai yang perlu diredakan, rutinitas yang terus membosankan bagi orang lain. Kelemahan tipe ini adalah kurang antusias, malas, tidak berpendirian, sering mengalami perasaan sangat khawatir, sedih dan gelisah.
            Kepribadian diri sendiri termasuk dalam tipe melankolis, karena ketika diri saya sendiri dihadapkan dengan segelintir persoalan atau menemukan suatu masalah maka pemikiran selalu mendetail dan mendalam, jikalau tidak menemukan alasan logis dari suatu persoalan itu maka hal tersebut akan terus menerus menjadi bayang-bayang. Selain itu, terkadang suatu kesunyian yang mampu meredam semua persoalan yang ada ketika otak tak mampu lagi mencerna, sehingga tidak heran orang yang melankolis adalah orang yang menyukai kesunyian dan ketenangan karena dengan ketenangan.
Setelah kita mulai memahami perbedaan-perbedaan dalam watak dasar kita, hal itu menyingkirkan tekanan dari hubungan antar manusia. Kita bisa saling melihat kepada perbedaan lainnya dengan cara yang positif dan tidak berusaha membuat setiap orang jadi seperti kita. Karena tidak semua orang memiliki kepribadian yang sama, kalau pun ada yang sama, itu hanya sebagian, pasti ada hal-hal kecil dari kepribadian itu yang berbeda.
Makna dari kepribadian ini adalah kita dapat lebih memahami orang lain dan mempelajari sejumlah alternatif dalam pola perilaku kita sendiri. Kita dapat mulai memandang kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Selain itu, kepribadian dapat sebagai sarana penting untuk mengembangkan hubungan dengan keluarga, teman dan mitra kerja.
Oleh karena itu, marilah kita mulai belajar untuk saling memahami kepribadian-kepribadian yang berbeda, sehingga kita akan senang bisa mengenali pola kepribadian seseorang dan dapat membantu kita dalam hubungan dengan orang lain serta dalam mengantisipasi reaksi orang lain, serta belajar bagaimana caranya menerima bahkan menikmati ciri khas yang membuat kita masing-masing begitu berbeda. Dengan demikian diri kita akan mudah untuk memaafkan dan menerima orang lain apa adanya.


by: iin nattha


0 komentar:

Post a Comment

Tuliskan komentar Anda di bawah ini.

 

just say WHATEVER ツ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea