Kepribadian merupakan
ciri khas watak seseorang yang tidak sama dengan orang lain. Setiap orang
menginginkan kepribadian yang lebih baik, namun terkadang keinginan tersebut
tidak sejalan dengan praktiknya. Ingin baik, namun selalu melakukan
kebiasaan-kebiasaan buruk, dan hal tersebut manusiawi.
Sebagai manusia,
tentunya kita tidak terlepas dari berbagai aktivitas-aktivitas yang mewarnai
setiap detik langkah hidup. Untuk memulai hal tersebut kita berfikir manfaat
apa yang akan diperoleh jikalau melakukan aktivitas-aktivitas itu. Tidak
mungkin juga kita melakukan sesuatu yang sama sekali tidak ada manfaatnya,
hanya membuang-buang waktu. Begitu pula dalam hal kepribadian ini. Dalam
melakukan segala aktivitas, yang sangat berperan penting adalah kepribadian
diri kita sendiri, bagaimana kita bisa berhubungan dengan orang lain dalam
berbagai lingkungan seperti lingkungan sekolah, kampus, rumah, dan lain-lain.
Sejatinya, kepribadian ini merupakan tonggak ukur seseorang dalam menilai orang
lain. Dengan demikian, tidak heran lagi mengapa di sebuah perusahaan atau
organisasi yang melakukan recruitment calon
pekerja atau calon anggota melakukan seleksi dengan mempertimbangkan
kepribadian seseorang yang akan diterima tersebut. Hal itu dikarenakan mereka
tidak ingin calon-calon pekerja atau anggota tersebut dapat merugikan
perusahaan atau organisasi mereka nantinya. Sehingga tidak jarang dalam
melakukan recruitment dilakukan tes interview atau wawancara guna mengetahui
sejauh mana kepribadian seorang calon tersebut, contoh kecilnya dalam hal
kejujuran. Jika ketika tes wawancara saja sudah tidak jujur, bagaimana nantinya
setelah diterima, itu hanya akan merugikan suatu perusahaan atau organisasi.
Hal tersebut mempengaruhi prospek
pekerjaan yang kita inginkan. Walaupun ilmu yang kita miliki sudah baik bahkan
melebihi standar serta kemampuan kita terhadap suatu pekerjaan sudah di atas
rata-rata, namun jika kepribadian kita tidak baik, maka hal tersebut menjadi
kendala ketika kita ingin memasuki sebuah perusahaan atau organisasi.
Kepribadian
seseorang dapat dikelompokkan sebagai berikut:
1.
Kepribadian Sanguinis
Tipe ini paling baik dalam hal berurusan
dengan orang lain secara antusias, menyatakan pemikiran dengan penuh gairah,
dan memperlihatkan perhatian. Kelemahan tipe ini adalah berbicara terlalu
banyak, mementingkan diri sendiri, sulit berkonsentrasi, kurang disiplin.
2.
Kepribadian Melankolis
Tipe ini paling baik dalam hal mengurus
perincian dan pemikiran secara mendalam, memelihara catatan, bagan dan grafik,
menganalisis masyarakat yang terlalu sulit bagi orang lain. Kelemahan tipe ini
adalah mudah tertekan, menyukai kesunyian, mempunyai citra diri yang rendah,
mengajukan tuntutan yang tidak realistis pada orang lain.
3.
Kepribadian Koleris
Tipe ini paling baik dalam hal pekerjaan yang
memerlukan keputusan cepat, persoalan yang memerlukan tindakan dan pencapaian
seketika, bidang-bidang yang menuntut kontrol dan wewenang yang kuat. Kelemahan
tipe ini adalah tidak tahu bagaimana cara menangani orang lain, sulit mengakui
kesalahan, sulit bersikap sabar, terlalu pekerja keras.
4.
Kepribadian Phlegmatis
Tipe ini paling baik dalam posisi
penengahan dan persatuan, badai yang perlu diredakan, rutinitas yang terus
membosankan bagi orang lain. Kelemahan tipe ini adalah kurang antusias, malas,
tidak berpendirian, sering mengalami perasaan sangat khawatir, sedih dan
gelisah.
Kepribadian
diri sendiri termasuk dalam tipe melankolis, karena ketika diri saya sendiri
dihadapkan dengan segelintir persoalan atau menemukan suatu masalah maka
pemikiran selalu mendetail dan mendalam, jikalau tidak menemukan alasan logis
dari suatu persoalan itu maka hal tersebut akan terus menerus menjadi
bayang-bayang. Selain itu, terkadang suatu kesunyian yang mampu meredam semua
persoalan yang ada ketika otak tak mampu lagi mencerna, sehingga tidak heran
orang yang melankolis adalah orang yang menyukai kesunyian dan ketenangan
karena dengan ketenangan.
Setelah kita mulai
memahami perbedaan-perbedaan dalam watak dasar kita, hal itu menyingkirkan
tekanan dari hubungan antar manusia. Kita bisa saling melihat kepada perbedaan
lainnya dengan cara yang positif dan tidak berusaha membuat setiap orang jadi
seperti kita. Karena tidak semua orang memiliki kepribadian yang sama, kalau
pun ada yang sama, itu hanya sebagian, pasti ada hal-hal kecil dari kepribadian
itu yang berbeda.
Makna dari kepribadian
ini adalah kita dapat lebih memahami orang lain dan mempelajari sejumlah
alternatif dalam pola perilaku kita sendiri. Kita dapat mulai memandang
kehidupan dari sudut pandang yang lebih luas. Selain itu, kepribadian dapat sebagai
sarana penting untuk mengembangkan hubungan dengan keluarga, teman dan mitra
kerja.
Oleh karena itu, marilah
kita mulai belajar untuk saling memahami kepribadian-kepribadian yang berbeda,
sehingga kita akan senang bisa mengenali pola kepribadian seseorang dan dapat
membantu kita dalam hubungan dengan orang lain serta dalam mengantisipasi
reaksi orang lain, serta belajar bagaimana caranya menerima bahkan menikmati
ciri khas yang membuat kita masing-masing begitu berbeda. Dengan demikian diri
kita akan mudah untuk memaafkan dan menerima orang lain apa adanya.
by: iin nattha
0 komentar:
Post a Comment
Tuliskan komentar Anda di bawah ini.