Hari ini, aku ingin berterima kasih. Terima kasih untuk semua
sahabat yang saat ini masih bertahan menghadapi manusia yang satu ini. Terima
kasih untuk semua cinta, terima kasih untuk semua asa, terima kasih untuk
segala kasih sayang yang mungkin tak bisa kubalas satu persatu. Aku harap ini
hanya tulisan abadi yang takkan pernah terbaca oleh siapapun yang menganggapnya
tidak penting. Aku ingin tulisan ini abadi, tak seperti manusia yang keinginnya
selalu berubah-ubah setiap saat. Ya, itu sifat alamiah manusia.
Aku pernah bermimpi, bermimpi bisa selamanya berhubungan baik
denganmu. Tapi aku salah, semua sudah berubah, semua terlalu sibuk dengan
kesibukan masing-masing, bahkan aku, kau, dia, mereka. Kebersamaan kita semua
yang dahulu hangat, berubah seketika dan menjadi hambar saat rasa berubah
menjadi cinta. Aku benci harus merasakan ini untuk kesekian kalinya. Aku memang
bukan orang hebat dalam hal seperti ini, bukan pula orang yang pandai mencari
celah untuk mendapatkan kebahagiaan. Tapi mungkin, aku terlalu lihai
bersembunyi di balik awan tebal. Aku hobby menggumpalkan awan hingga hitam
pekat, membuat mendung sekelilingnya, tapi tak kunjung menjatuhkan titik-titik
air, karna aku tahu, bunga-bunga masih ingin memerlukan mentari.
Iya, aku tahu. Kita lelah dengan segala macam perkataan
mereka. Dan aku lelah dengan perasaanmu yang selalu terlihat tak menyukai sikap
mereka. Aku lelah. Semua potret kehidupanmu, dan semua potret kehidupanku, kita
sama-sama menyukainya. Aku ingat satu perkataanmu, dulu, “sifat kita hampir
sama ya, apa karena golongan darah kita sama-sama A?”
Mungkin, aku sudah merasa tak nyaman lagi, entah aku yang
berubah, kamu yang berubah, atau mereka yang berubah. Semua tak lagi sama. Iya
aku tau, tidak ada kehidupan di dunia yang abadi, semuanya akan berubah seiring
berjalannya waktu. Semua akan kembali pada jalan yang Ia kehendaki.
Aku bermimpi, dan aku berdoa, semoga kauselalu dilindungi
Tuhan, pernah atau tidaknya kau menggores perasaanku, anggap saja itu sebuah
pertunjukan wayang, dan itu lucu. Terima kasih untuk semua kisah klasik yang
pernah kita lalui. Aku bahagia saat kita saling mencintai, dan maafkan jika
sekarang aku mencari jalanku sendiri, di titik yang tak pernah kauketahui.
Aku yakin, waktu yang akan
menjelaskanmu, menjelaskan mereka.
Untuk Tuan YieRPi, semua penghuni
studio itu.
Dan semua kisah klasik kita.
:”)
0 komentar:
Post a Comment
Tuliskan komentar Anda di bawah ini.