Sunday, December 9, 2012

Aku dan Gemericiknya--hujan

Diposkan oleh Unknown di Sunday, December 09, 2012
Tentang  hujan ketiga setelah di Malang..



Minggu, 07 Oktober 2012 | 02:32 PM, hujan ketiga pun turun, yah maksudnya ini adalah hujan ketiga kalinya selama aku di Malang, dan pertama kali menikmatinya di depan kamar kos-kossan :D karna yang pertama dan kedua menikmatinya di Kampus.
#kopi jahe rasa susu kalee, dinikmatin :p (-_-)

*lho ?

Oalah, rencana Wi-Fian di kampus jadi gagal deh gara-gara hujan, padahal udah nyusun rangkaian acara bak seorang ‘MC’ di tipi-tipi.. o.O
pasti temenku jamuran nunggu di sana (HAHA :D) *sorry yya ;)
Kan bukan salahku, kalau mau protes yaa protes aja sama hujannya, kenapa mesti dia turun disaat lagi gak dibutuhin (-_-)

Well, in message~
Aku : “ Rek, hujan ta? Yah, sial ! Mudahan cepet berhenti~ L
Temen : “ Bwa payung atuh “

#Yaiyalah masak mau bawa centong! :D
GUBRAAK!

Capee deee~ -_____-“
Sebenarnya si aku baru bangun, bangunnya pun gara-gara suara hujan yang pukul-pukul atap rumah ibu kos, suaranya itu ibarat gentong yang dipukul pake ribuan sampai jutaan batu-batu kecil, alarm aja kalah sama bunyinya :D

#Teerus, gue harus bilang “WoaOWW” githu ? :p :p
(-_-)

Next~

Habis bangun langsung mandi deh (ciaah kayak lagu anak kecil “Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi ku tolong ibu, membersihkan tempat tidurku”), terus sholat, habis sholat inget kalau di mejikomkom ku nggak ada sebutir nasi, apalagi sebutir telur semut (#hueks) ==”
Dasar anak kos! Ya DERITA lo! :p
Masak nasinya ntar aja, aku lebih kenyang menikmati hujan daripada menikmati sepiring nasi :D

*lebay*
NB : Menikmati hujan = Melihat dan Mendengar rintikan hujan. 

Gaje banget ya, sebenarnya sih aku tuh suka hujan, banyak yang tanya kenapa, ya aku jawab aja “ Melihat dan mendengar  air yang jatuh berirama itu membuat aku tenang, dan hanya itu yang membuatku tenang~ ”
Apalagi ngeliat hujan dari jendela, airnya netes di kaca, seperti berembun, Subhanallah indahnya~

Mungkin ya terkesan aneh, tapi intinya,
“Sesuatu yang sederhana kalau kita memandangnya sebagai sesuatu yang luar biasa pasti yang sederhana itu akan menjadi sempurna” ^_^’
Dan bukan tidak mungkin, bisa saja hal yang sederhana itu malah membuat kita mengerti bagaimana menjadi sempurna.
Terkadang banyak orang berfikir, mengapa harus selalu menginginkan kesempurnaan, bukankah kau diciptakan tidak sempurna supaya kau bisa belajar dan mencari jati dirimu untuk menjadi sempurna. Karena dengan kau mempelajarinya, kau akan mengerti, betapa hidup itu indah jika ‘dipejalari dan dinikmati’, bukan hanya sekedar dinikmati saja.



by: iinnattha

5 komentar:

Zulfin Hariani said...

ingin seperti hujan..
seolah dapat menyetukan hal yang jauh dan terpisah. seperti langit dan bumi, yang terhubung walau tak pernah menyatu..

Unknown said...

Berarti tak ingin menjadi langit ataupun bumi? Kan jika ingin menjadi salah satu di antara keduanya, oleh hujan kita akan disatukan walaupun kita berjauhan, sementara hujan, hujan hanya berperan 'untuk' menyatukan, bukan yang disatukan.
Tak ingin kah kau disatukan? :o hoohoo~

Unknown said...

mbak kacunngg, ganti temanya jeLek innii.. suwerrr.. :D

Unknown said...

cari tempLate di btempLates.com
piLih

Unknown said...

Deskripsi blogku gak bisa diubah warnanya :( tetep aja warna item, udah tak ganti pake warna lain padahal,tapi tetep aja item keliatan..huhuu

Makasi kritikan pedasnya masterbLog :) Apa lagi nih yang tampak ancur gan?

Post a Comment

Tuliskan komentar Anda di bawah ini.

 

just say WHATEVER ツ Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea