Minggu, 07 Oktober 2012 | 02:32 PM, hujan ketiga
pun turun, yah maksudnya ini adalah hujan ketiga kalinya selama aku di Malang,
dan pertama kali menikmatinya di depan kamar kos-kossan :D karna yang pertama
dan kedua menikmatinya di Kampus.
#kopi jahe rasa susu kalee, dinikmatin :p (-_-)
Oalah, rencana Wi-Fian di kampus jadi gagal deh
gara-gara hujan, padahal udah nyusun rangkaian acara bak seorang ‘MC’ di
tipi-tipi.. o.O
pasti temenku jamuran nunggu di sana (HAHA :D) *sorry yya ;)
Kan bukan salahku, kalau mau protes yaa protes aja
sama hujannya, kenapa mesti dia turun disaat lagi gak dibutuhin (-_-)
Well, in message~
Aku : “ Rek, hujan ta? Yah, sial ! Mudahan cepet
berhenti~ L ”
Temen : “ Bwa payung atuh “
#Yaiyalah masak mau bawa centong! :D
GUBRAAK!
GUBRAAK!
Capee deee~ -_____-“
Sebenarnya si aku baru bangun, bangunnya pun
gara-gara suara hujan yang pukul-pukul atap rumah ibu kos, suaranya itu ibarat
gentong yang dipukul pake ribuan sampai jutaan batu-batu kecil, alarm aja kalah
sama bunyinya :D
#Teerus, gue harus bilang “WoaOWW” githu ? :p :p
(-_-)
Next~
Habis bangun langsung mandi deh (ciaah kayak lagu
anak kecil “Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi
ku tolong ibu, membersihkan tempat tidurku”), terus sholat, habis sholat inget
kalau di mejikomkom ku nggak ada sebutir nasi, apalagi sebutir telur semut
(#hueks) ==”
Dasar anak kos! Ya DERITA lo! :p
Masak nasinya ntar aja, aku lebih kenyang
menikmati hujan daripada menikmati sepiring nasi :D
*lebay*
NB : Menikmati hujan = Melihat dan Mendengar
rintikan hujan.
Gaje banget ya, sebenarnya sih aku tuh suka hujan,
banyak yang tanya kenapa, ya aku jawab aja “ Melihat dan mendengar air yang jatuh berirama itu membuat aku
tenang, dan hanya itu yang membuatku tenang~ ”
Apalagi ngeliat hujan dari jendela, airnya netes
di kaca, seperti berembun, Subhanallah indahnya~
Mungkin ya terkesan aneh, tapi intinya,
“Sesuatu yang sederhana kalau kita memandangnya
sebagai sesuatu yang luar biasa pasti yang sederhana itu akan menjadi sempurna”
^_^’
Dan bukan tidak mungkin, bisa saja hal yang
sederhana itu malah membuat kita mengerti bagaimana menjadi sempurna.
Terkadang banyak orang berfikir, mengapa harus
selalu menginginkan kesempurnaan, bukankah kau diciptakan tidak sempurna supaya
kau bisa belajar dan mencari jati dirimu untuk menjadi sempurna. Karena dengan
kau mempelajarinya, kau akan mengerti, betapa hidup itu indah jika ‘dipejalari
dan dinikmati’, bukan hanya sekedar dinikmati saja.
by: iinnattha
5 komentar:
ingin seperti hujan..
seolah dapat menyetukan hal yang jauh dan terpisah. seperti langit dan bumi, yang terhubung walau tak pernah menyatu..
Berarti tak ingin menjadi langit ataupun bumi? Kan jika ingin menjadi salah satu di antara keduanya, oleh hujan kita akan disatukan walaupun kita berjauhan, sementara hujan, hujan hanya berperan 'untuk' menyatukan, bukan yang disatukan.
Tak ingin kah kau disatukan? :o hoohoo~
mbak kacunngg, ganti temanya jeLek innii.. suwerrr.. :D
cari tempLate di btempLates.com
piLih
Deskripsi blogku gak bisa diubah warnanya :( tetep aja warna item, udah tak ganti pake warna lain padahal,tapi tetep aja item keliatan..huhuu
Makasi kritikan pedasnya masterbLog :) Apa lagi nih yang tampak ancur gan?
Post a Comment
Tuliskan komentar Anda di bawah ini.