Kali ini aku ingin bercerita tentang hal yang membuat otakku beku berulang-ulang kali. Tak sehari maupun dua hari. Bayangan senja yang masih terasa hingga terbirnya fajar di keesokan harinya menjelma menjadi bayangan suram tak bermakna. Membaur dengan ribuan hingga jutaan galaksi di angkasa. Galaksi Bimasakti yang pernah kau ceritakan padaku. Galaksi tempat kita berdua bisa merasa dan saling memahami. Galaksi yang mana di dalamnya pun menampung banyak Matahari sebagai bintang raksasa. Bintang dari segala bintang. Dikelilingi bermacam-macam planet dan meteor-meteor ruang angkasa. Bertabur seperti berjuta lampu yang seakan menerangimu, hingga kau tercengang dengan indahnya bukti nyata Sang Pencipta.
Teori Big Bang,
yang menyatakan bahwa ruang angkasa ini berasal dari gumpalan yang sangat
besar. Sangat sangat sangat besar hingga saatnya ia meledak dan membentuk
matahari, meteor-meteor, bulan, planet-planet, termasuk bumi yang menjadi area
singgah kita saat ini. Kau katakan, “menurutku teori ini yang paling benar,
karena sesuai dengan apa yang tercantum di Al-Qur’an”.
Pengetahuanmu
tentang ruang angkasa, bumi, isinya, pun penghuninya tiada habis kau utarakan.
Membuatku sedikit tercengang, membayangkan apa yang keluar dari mulutmu adalah
bukti nyata, bahwa kau--kau misterius.
Kemisteriusan
yang menjadi-jadi mengundangku untuk tahu semuanya, pun tentangmu, tentang
makna yang kau torehkan dalam kanvas hidup seorang lemah sepertiku. Lemah,
karena aku tak mampu berbuat banyak untukmu. Hal yang sesekali menguras pikiran
sejenak untuk berpikir lebih dalam lagi akan makdus hatimu.
Yah, seperti
inilah aku. Kau harus tau, kau harus mengerti.
Begini, mungkin
aku yang terlalu menganggap ini serius, atau bahkan anggapanmu yang melebihi
keseriusanku. Tapi asal kau tau, galaksi, ruang angkasa, planet-planet, batu
meteor, pun semua yang pernah kauceritakan, tidak akan pernah ada tanpa adanya
ledakan seluarbiasa itu. Begitu pun, kita. :')
Seperti kata kabut yang menari-nari di angkasa, kamu tidak akan pernah merasakan sejukku jika tidak dari ketinggian, bersamaku :')
5 komentar:
https://lh5.googleusercontent.com/-u__sc3DgZ2c/T2d0_lDLueI/AAAAAAAACkw/YbeuRNde61Q/s36/03a.gif
teorinya salah, alam semesta berasal dari 1 materi yang amat teramat kecil, tapi mempunyai kepadatan yang tidak terbatas. :)
cuman itu, selain itu, aku sangat suka. :*
Kan waktu itu bilangnya berasal dari gumpalan yang besar. Makanya tak tulis gitu :D
Hehe, thanks for reading :))
Hahaha ketahuan kaliaaan :D
ciecie
ada cinta di halaman komentar x-)
#kabuur ntar jadi obat nyamuk di sini :-d
Wawawawawaw, ampun agen. Aku tidak bermaksud pamer, hanya ingin berjualan pernak-pernik kok. Berniat membelinya kah? :>)
Kalo dikasi gratis sih mau gen, tapi kalo disuruh bayar j', iin aja deh yg bayar yaa :P
Post a Comment
Tuliskan komentar Anda di bawah ini.